10 KEINDAHAN HUTAN AMAZONE
Siapa pun yang dibesarkan di Amerika Serikat mungkin harus bertahan
lebih dari beberapa kelas yang didedikasikan untuk hutan hujan dan
melindunginya. Untuk alasan tersebut, Anda mungkin akan muak mendengar
tentang hal itu. Akan tetapi, bukan hanya mendapatkan lebih dari sekedar
Hutan hujan, melainkan hutan hujan yang menakjubkan, dan Amazon mungkin
yang paling menakjubkan dari hutan hujan lainnya. Mengapa demikian?
Yah, itu karena ada banyak hal yang menakjubkan yang akan Anda temui di
Amazon yang mungkin tidak akan Anda dapat temukan tempat lain di dunia.
Dan juga banyak hal – hal tentang hutan hujan ini yang mungkin tidak
pernah Anda pelajari di masa sekolah, dan setelah Anda tahu tentang hal
hal tersebut, Anda mungkin tidak akan pernah melihat dunia dengan cara
yang sama lagi. Mari kita lihatapa saja hal hal yang benar benar luar biasa yang ada di Amazon.
The Jesus Lizard
Jika Anda melihat gambar di atas, Apakah yang ingin Anda ucapkan?
Reptil yang dijuluki the jesus lizard ini benar – benar mampu berlari
atau lebih tepatnya berjalan di atas air. Meskipun, mereka akhirnya
harus berenang Tapi, ketika Anda melihat langsung ketika hewan ini
melakukan tersebut itu sangat lah keren?
Keindahan Hutan Mangrove yang Tersembunyi di Kota Jakarta
23 November 2015 23:57Diperbarui: 24 November 2015 00:483632
Mungkin tak banyak yang mengetahui bahwa di Jakarta,
ada kawasan mangrove yang selain berfungsi untuk melindungi dari abrasi
dan dampak lingkungan, juga bisa menjadi tujuan wisata. Jika suaka
margasatwa muara angke lebih dikhususkan untuk kawasan konservasi, Taman
Wisata Alam Angke Kapuk lebih ditujukan menjadi lokasi wisata
lingkungan (ecotourism).saya bersama 2 sahabat saya, kami
mengunjungi Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Kapuk Muara, Pantai Indah
Kapuk, Jakarta Utara, pada hari minggu 19-april-2015 Kami sengaja
memilih hari libur karna untuk refresing dari kepenatan. Menuju Taman Wisata Alam Angke Kapuk
kami
menaiki sepeda motor & mengambil rute jakarta barat melalui taman
anggrek, mall citra land, jalan pantai indah barat, jalan marina indah
& melewati sekolah buddha tzu chi akhir sampai di hutan mangrove 03
kalo susah mencari nya patokan nya yaitu sekolah buddha tzu chi kira
kira dari awal perjalan sampai disana itu 30 menit.
Taman Wisata Alam Angke Kapuk
hutan
mangrove itu terbagi 3 hutan tapi dari 1 sampai 3 itu memiliki
keindahan alam yang berbeda & juga fasilitas nya berbeda. "hutan mangrove 01"
kami
awal nya masuk ke tempat mangrove 01 letak nya juga tidak jauh dari
mangrove 2 & 3, mangrove 01 itu memiliki alam yang sangat asri dan
memiliki keunikan nya sendiri dalam mangrove satu itu masih berisi
banyak hewan liar nya seperti ular daun, biawak, tupai, burung &
kera tempat ini alam nya asri tapi fasilitas nya kurang memadai &
kurang terawat pula. di mangrove 01 itu tidak di pungut biaya apa pun
tapi kalo mau masuk mangrove satu harus memiliki surat perizinan dari
kantor pengelola hutan mangrove nya yang terletak di daerah cempaka
putih.dan kami akhir nya dilarang masuk oleh ranger nya karna kami tidak
memiliki rusat izin tapi kami di beri saran sama ranger nya untuk
menuju hutan mangrove 02 sama 03 dan akhir nya kami pergi dan berterima
kasih sama ranger nya. "hutan mangrove 02"
dan akhirnya kami sampai di hutan mangrove 02 dan
ternyata disana tempat boleh di masuki oleh pengunjung tanpa mengunakan
surat izin apapun uang masuk nya Rp 5000 permotor, dan keungulan dari
mangrove 02 memiliki jembatan yang berdiri diatas rawa rawa hutan bakau
& disana pula juga ada hewan liar cuman sedikit seperti kera &
ular daun saja setelah kami menelusuri lebih dalam lagi ternyata
fasilitas ya juga masih kurang terawat & juga banyak sampah yang
berserakan, setelah selesai kami menelusir mangrove 2 kami akhir nya
menuju mangrove 03 . "hutan mangrove 03"
setalah
kami sampai kami di mangrove 03 kami dihadapkan ke gerbang yang sangat
besar mangrove 03 itu di kenakan biaya masuk Rp 25.000 itu baru uang
masuk nya uang bayar parkir motor beda lagi Rp 5000 setelah kami
memarkirkan motor kami langsung menuju pos satu untuk pemeriksaan barang
karna ada papan bertuliskan "membawa DLSR camera itu di kenakan Rp
1000.000 & juga dilarang membawa makanan & minuman kedalam hutan
mangrove" setelah kami melewati pos pemeriksaan kami akhir nya
berkeliling & melihat alam yang sangat mempesona mata kami.
dan
akhir nya kami di pertemukan oleh sebuah anak sungai yang sangat luas
dan disana ada penyewa perahu yang disedia oleh ranger disana dan kami
melihat papan yang tertuliskan harga penyewaan perahu mulai dari
Sewa perahu: Rp 250.000/6 orang/perahu
Sewa perahu: Rp 350.000/8 orang/perahu
Sewa kano/perahu dayung: Rp 100.000/45 menit
pada
akhir nya kami menyewa sebuah perahu dayung unutk 3 orang kami di kasih
batas waktu 45 menit untuk mengitari sungai nya dan kami melihat di
sekitar sungai masih banyak hewan liar nya mulai dari biawak dan juga
burung & burung bangau yang bersarang di atas pohon.
dan setalah kami selesai bermain perahu kami
meilhat lagi hutan mangrove dan kami melihat 2 menara dan ternyata
menara tersebut digunankan untuk aktivitas bird watching.
Terdapat pula jembatan gantung yang melintasi danau dan kami akhir
beristirahat sejenak di masjid & beribadah sholat ashar dan melihat
arsitek tur dalam masjid nya sangat unik karna di bangun di atas rawa
rawa.dan setelah kami beristirahat selama 20 menit akhir nya
kami sebelum pulang ingin melihat sunset yang kata nya sunset jakarta
paling bagus dilihat dari hutan mangrove 03 dan kami akhir menuju tempat
sunset yaitu tempat nya seperti dermaga tua dan disana sudah banyak
orang yang menunggu sunset juga, dan pada akhir sunset sudah tiba kami
menyiapkan hp kami dan memotret moment yang di pernah diliat setiap hari
nya.
dan setalah selesai sunset nya kami akhir nya
pulang dan kami memikir kan apakah alam ini masih bisa bertahan 30 tahun
kedepan untuk supaya kami melihat bersama anak & cucu kami &
sekian dari pertualangan saya & 2 sahabat terima kasih banyak.
Menikmati keindahan hutan tropis dari ketinggian di Bukit Bangkirai, Kalimantan Timur
5 Votes
Canopy
bridge atau jembatan tajuk adalah jembatan gantung yang menghubungkan
pohon dengan pohon. Jembatan yang pertama dibangun dan hingga kini masih
satu-satunya di Indonesia adalah canopy bridge di Bukit Bangkirai,
Kalimantan Timur. Kawasan Bukit Bangkirai terletak di kecamatan Samboja,
Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Daerah ini terletak antara jalan
raya Balikpapan-Samarinda. Dari Balikpapan, Anda akan menempuh waktu
satu jam sebelum mencapai Bukit Soeharto, kemudian Anda belok kiri dan
ikuti petunjuk yang ada, kira-kira dalam setengah jam Anda akan mencapai
kawasan wisata Bukit Bangkirai. Gerbang menuju canopy bridge Bukit Bangkirai
Kawasan ini diresmikan menjadi kawasan
wisata alam pada tahun 1998. Hutan di kawasan ini luasnya mencapai 1500
hektar dan sepertiganya dijadikan sebagai kawasan wisata. Fasilitas
penginapan yang tersedia meliputi cottage dengan AC maupun jungle cabin
tanpa listrik yang akan membuat Anda benar-benar merasakan suasana hutan
yang sebenarnya. Selain itu, ada juga ruang pertemuan hingga 100 orang
dan restoran.
Atraksi utama di kawasan ini adalah jembatan tajuk yang menghubungkan
5 pohon dengan panjang total 64 m di ketinggian sekitar 30m. Untuk
mencapai jembatan ini, wisatawan dapat memakai tangga kayu yang
mengelilingi satu pohon. Ada dua tangga kayu, satu untuk naik dan satu
untuk turun. Pembangunan jembatan ini dimulai bulan januari 1998 oleh 6
orang Amerika yang tergabung dalam Canopy Construction Associated(CCA),
dibantu dengan 3 orang lokal, setelah melalui serangkaian survey untuk
menentukan pohon yang paling cocok. Jembatan ini mampu diselesaikan
dalam waktu satu bulan. Selain kayu ulin yang terkenal sangat kuat,
jembatan ini dirangkai dengan besi galvanis yang tahan karat sehingga
standar keamanannya sangat tinggi. Jembatan ini dirancang memiliki umur
hingga 20 tahun. Jembatan tajuk ini merupakan jembatan pertama di
Indonesia, kedua di Asia, dan kedelapan di dunia.